Sebuah truk derek keranjang, juga dikenal sebagai truk derek personel atau derek yang dilengkapi keranjang manusia, adalah kendaraan serbaguna yang dirancang untuk penanganan material sekaligus akses personel ke ketinggian. Kendaraan ini menggabungkan derek hidrolik standar (yang umumnya teleskopik) yang dipasang pada sasis truk dengan platform personel (keranjang) yang dirancang khusus dan dapat dipasang pada kait derek atau titik pemasangan khusus. Konfigurasi ini memungkinkan truk tidak hanya mengangkat alat dan material tetapi juga secara aman mengangkat pekerja ke lokasi kerja di atas untuk tugas seperti pemeliharaan bangunan, pemangkasan pohon, pemasangan papan nama, dan perbaikan listrik. Keselamatan menjadi prioritas utama, dan sistem ini dilengkapi dengan berbagai fitur perlindungan bagi personel di dalam keranjang, termasuk indikator momen beban yang memperhitungkan berat keranjang, sistem turun darurat, kontrol hidrolik yang halus dan presisi, serta seringkali sistem interlock yang membatasi fungsi derek ketika keranjang terpasang. Ini merupakan solusi yang fleksibel bagi tim yang membutuhkan tenaga angkat sekaligus akses yang aman, menggabungkan dua fungsi dalam satu unit yang mobile dan efisien.
Komponen yang paling terlihat adalah Personnel Platform (Basket) itu sendiri. Ini bukan sekadar ember logam biasa, melainkan sebuah platform yang memenuhi standar OSHA atau setara, dirancang khusus untuk tempat manusia berada. Platform ini dilengkapi lantai anti selip, pengaman pinggir (toe boards) dan pegangan tengah (mid-rails), nampan alat terintegrasi, serta titik jangkaran khusus yang digunakan pekerja untuk mengaitkan tali pengaman (lanyard) dari harness keselamatan mereka. Metode pemasangan pada crane sangat kritis. Sambungan harus menggunakan sistem koneksi positif yang aman (fail-safe), seperti titik kait khusus pada ujung boom yang memang dirancang untuk keperluan ini, bukan sekadar digantungkan pada kait utama. Beberapa platform bahkan dilengkapi dengan mekanisme rotasi dan penyetaraan (leveling) independen untuk menjaga lantai tetap horizontal terlepas dari sudut boom, memastikan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi teknisi di dalamnya.
Yang mengatur seluruh operasi adalah Sistem Kontrol Keselamatan dan Interlock Terpadu . Ini adalah pengaman elektronik dan hidrolik yang mencegah operasi yang tidak aman. Ketika platform personel terhubung, sistem kontrol crane harus mengenali konfigurasi ini. Sebuah fitur utama adalah Bypass Kapasitas Terbatas : komputer crane mengetahui berat keranjang dan kapasitas maksimum personel/alat yang diizinkan, dan akan membatasi crane dari mengangkat beban eksternal tambahan apa pun, memastikan bahwa crane hanya digunakan untuk mengangkat personel. Interlock sangat penting; interlock dapat mencegah crane dioperasikan dari kabin truk, memaksa penggunaan kontrol Kontrol jarak jauh dari dalam keranjang itu sendiri, sehingga operator memiliki visibilitas terbaik. Interlock juga bisa membatasi kecepatan gerak boom, panjang jangkauan, atau ruang gerak boom pada parameter yang lebih halus, lebih lambat, dan lebih aman. Sebuah Sistem penurunan darurat wajib tersedia, menyediakan sumber daya cadangan (misalnya pompa berdaya baterai) atau katup penurunan yang dibantu gravitasi untuk memastikan platform dapat diturunkan secara aman ke tanah apabila terjadi kegagalan mesin utama atau sistem hidrolik.
Pengangkatan dan penempatan sebenarnya ditangani oleh Mekanisme Pengangkatan dan Penempatan Presisi . Crane harus memberikan gerakan yang sangat halus dan terkendali untuk menghindari goncangan pada personel di dalam keranjang. Hal ini dicapai melalui penggunaan komponen berkualitas tinggi Kontrol hidraulik pilot yang menawarkan operasi proporsional dan tanpa hambatan. Sistem hidrolik dirancang untuk meminimalkan gerakan tersentak dan memberikan kontrol halus Gerakan Presisi Elektronik Mikro untuk penyetelan akhir posisi platform. Crane Boom Teleskopik harus kuat dan menunjukkan sedikit defleksi atau pantulan selama bergerak untuk mempertahankan platform yang stabil. Operator di dalam keranjang menggunakan kontrol jarak jauh untuk hati-hati bergerak ke posisi yang tepat, sering kali harus melewati rintangan seperti cabang pohon atau atap bangunan. Hal ini membutuhkan tingkat ketelitian kontrol yang jauh lebih tinggi dibandingkan yang diperlukan untuk penanganan material standar, sehingga kualitas sistem hidrolik dan kontrol menjadi fitur utama pada truk crane keranjang.